Tampilkan postingan dengan label Windows 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows 7. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2011

Mengenal type Hardisk

Hardisk merupakan tempat penyimpanan data (storage device) di dalam sebuah komputer. Saat ini ada beberapa macam tipe hardisk yang digunakan untuk PC desktop maupun PC Server. Beberapa tipe hardisk yang sering digunakan adalah :

1. Advanced Technology Attachment (ATA).
ATA merupakan interface Hardisk yang paling populer dan banyak digunakan pada PC Desktop maupun PC Server. ATA menggunakan teknologi transfer data secara parallel (semua bit data dikirim secara bersamaan). Kecepatan transfer ATA sebesar 100MB/s atau dikenal dengan ATA/100 dan 133MB/s atau ATA/133. Saat ini teknologi ATA sudah mulai ditinggalkan dan diganti oleh SATA.

2. Serial-ATA (SATA)
SATA merupakan interface hardisk yang menggunakan teknologi serial (data dikirim secara berurutan dengan sistem paket bit data). Dengan teknologi serial, transfer data di dalam sistem Hardisk menjadi lebih cepat dan efisien. Saat ini terdapat beberapa tipe sata yaitu SATA1 (transfer rate sebesar 150MB/s) SATA2 (transfer rate sebesar 300 MB/s) dan SATA3 (transfer rate mencapai 600 MB/s).

Perangkat SATA1 bisa dipasang di SATA 2 maupun sebaliknya. Tp dgn pengurangan kecepatan tentunya. Jadi klo harddisknya Sata2 sedangkan Mobo Sata1 standar yang dipake adalah Sata1 karena Harddisk dengan teknologi Sata2 itu backward compatible dengan teknologi sebelumnya yaitu Sata1.

Dibanding ATA, Teknologi SATA tidak hanya unggul dalam hal kecepatan saja, tetapi ada beberapa keunggulan lain seperti :
SATA bersifat hot plug, dapat dipasang dan dilepas saat komputer masih hidup.
Kabel SATA lebih tipis dan panjang maksimal sampai dengan 1 meter, sedangkan kabel ATA hanya sampai 18 inch. Konektor yang menyerupai konektor USB lebih mudah dipasang daripada kabel ATA yang memiliki konektor 40 pin. Konsumsi tegangan listrik yang lebih rendah, dimana SATA hanya menggunakan 0.25 Volt sedangkan ATA menggunakan 5 Volt.

3. Small Computer System Interface (SCSI)
Merupakan interface hardisk yang umum digunakan pada PC Server. SCSI masih menggunakan teknologi parallel, tetapi lebih cepat dan efisien dibandingkan ATA dalam pengolahan data - data kapasitas besar.

Pada satu kabel SCSI dapat diinstalasikan sekita 15 device sekaligus dengan panjang 1,5 meter. SCSI mempunyai beberapa tipe seperti SCSI ultra 160 (transfer rate 160 MB/s)dan SCSI Ultra 320 (transfer rate 320 MB/s). SCSI juga mempunyai 2 macam konektor, yaitu SCSI 68 pin (paling sering digunakan) dan 80 pin single connector attacment (SCA). Saat ini teknologi SCSI mulai digantikan dengan Serial Attached SCSI (SAS).

4. Serial Attached SCSI (SAS)

merupakan interface yang menggabungkan feature SCSI dan Serial ATA. SAS menggunakan port konektor mirip SATA dan transfer rate yang lebih baik.

Beberapa keunggulan SAS dibanding SCSI adalah :
- SAS memiliki kompaibilitas dengan perangkat - perangkat sebelumnya (backward compatibility) misalnya dengan HDD SATA.
- SAS memiliki domain dan ID khusus yang dinamakan Word Wide Name (WWN) yang bersifat unik dan dapat dikenali lewat network/internet (serupa dengan MAC Address pada LAN Card).

SEMOGA BERMANFAAT

Cara Checkdisk Memperbaiki Hardisk

Salah satu penyebab dari komputer sering hang, komputer restart sendiri dan terjadinya tampilan bluescreen adalah terdapatnya masalah / kerusakan pada hardisk komputer. Kerusakan pada hardisk ini diantaranya disebabkan karena sering dimatikannya komputer tanpa perintah shutdown dan karena gangguan pada aliran listrik seperti matinya listrik secara tiba-tiba atau terjadinya lonjakan pada tegangan listrik seperti yang biasa terjadi ketika adanya petir saat hujan. Selain itu faktor usia (lifetime) dari hardisk itu sendiri juga merupakan hal yang dapat mempengaruhi performa dari hardisk. Dalam kesempatan ini akan berbagi informasi mengenai Cara Checkdisk Memperbaiki Hardisk menggunakan Perintah / CHKDSK.EXE.

Checkdisk merupakan tool bawaan Windows yang dapat digunakan untuk menguji dan memperbaiki kondisi hardisk. Menjalankan perintah Checkdisk secara rutin juga merupakan salah satu cara untuk merawat dan meningkatkan kinerja komputer. Umumnya cukup dengan perintah Checkdisk / CHKDSK ini kita sudah dapat memperbaiki keruksakan pada hardisk seperti bad sector, lost clusters, cross-linked files, dan directory errors. Perintah Checkdisk dapat kita jalankan dengan 2 cara yaitu lewat Command Promt dan lewat My Computer atau Windows Explorer.

1. Menjalankan perintah CHKDSK pada Command Prompt.
- Pada tampilan Command Prompt ketik perintah: CHKDSK D:
Perintah tersebut akan menjalankan CHKDSK pada Drive D dalam mode read-only.
- Ketikkan perintah: CHKDSK D:/F
Perintah tersebut digunakan untuk merepair error tanpa melakukan scanning bad sector.
- Ketikkan perintah: CHKDSK D:/R
Perintah tersebut digunakan untuk merepair error, menemukan bad sector dan me-recover data.

2. Menjalankan perintah CHKDSK pada My Computer atau Window Explorer.
Buka Windows Explorer, atau My Computer.
Klik kanan pada hardisk yang akan di-cek, klik Properties.
Klik tab Tools, pada pilihan Error Checking klik Check Now..
Jendela Check disk option akan tampil.

- Untuk menjalankan Chkdsk pada mode read-only mode, klik Start.
- Untuk merepair error pada file system, check Automatically fix file system errors,
- Untuk merepair error, menemukan bad sector dan me-recover data pilih Scan for and attempt recovery of bad sectors,
- Anda juga dapat mencentang kedua pilihan tersebut apabila diperlukan.
Apabila muncul pesan : Chkdsk cannot run because the volume is in use by another process. Chkdsk may run if this volume is dismounted first. ALL OPENED HANDLES TO THIS VOLUME WOULD THEN BE INVALID. Would you like to force a dismount on this volume? (Y/N) ketik Y dan Enter.
Apabila muncul pesan: Chkdsk cannot run because the volume is in use by another process. Would you like to schedule this volume to be checked the next time the system restarts? (Y/N) Ketik Y, dan ENTER lalu restart komputer untuk menjalankan Scandisk.

Untuk memperbaiki hardisk menggunakan utility Checkdisk/perintah CHKDSK ini ada beberapa metode yang bisa kita lakukan, yaitu:
- Apabila komputer masih bisa booting dan login ke windows maka kedua cara untuk menjalankan CHKDSK.EXE tersebut diatas (melalui command prompt maupun Windows Explorer) dapat kita lakukan.
- Apabila Hardisk tidak bisa booting, maka kita harus mengambil hardisk tersebut dan memasangnya pada komputer yang lain, baru kemudian menjalankan perintah Checkdisk/CHKDSK.
- Menggunakan CD Setup Windows dan jalankan perintah CHKDSK melalui Menu Recovery Console..
- Menggunakan CD UBCD4WIN. Caranya klik Start - Program - Disk Tools - Diagnostic, klik Check Disk.

Demikianlah cara memperbaiki hardisk menggunakan utility bawaan Windows: Checkdisk/CHKDSK.EXE ini, dan dari beberapa pengalaman saya sendiri dalam memperbaiki komputer, tool ini terbukti cukup efektif untuk menangani keruksakan pada hardisk. Pada kesempatan berikutnya saya akan mencoba mengulas tentang cara memperbaiki hardisk bad sektor.

Semoga bermanfaat...

Sumber: catatanteknisi.com

Jumat, 23 Desember 2011

Mempercepat waktu Booting Windows 7

Berikut step by step modifikasi msconfig untuk mempercepat waktu booting windows 7:

  1. Buka jendela System Configuration Utility dengan cara klik Start, pada kota Search programs and files ketik: msconfig


  2. Klik tab Boot, tampilannya tampak seperti gambar dibawah. Centang pilihan No Boot GUI, ini bertujuan untuk menghilangkan munculnya animasi logo Windows pada saat booting yang akan memberikan penghematan waktu booting windows 7.


  3. Selanjutnya masih pada tampilan jendela yang sama, klik tombol Advanced options, kemudian centang pada pilihan Number of processors lalu pilih angka paling besar yang menunjukkan jumlah core processor yang terdapat tersedia. Disini karena komputer saya masih menggunakan processor dual core maka angka maksimalnya cuma 2. Klik OK untuk kembali ke jendela utama msconfig windows7.


  4. Selanjutnya klik tab Startup yang akan menampilkan program-program apa saja yang di-load saat windows startup. Untuk mempercepat waktu booting windows 7 pastikan hanya program yang penting saja yang dipanggil secara otomatis. Untuk itu uncheck (jangan dicentang) program-program yang tidak perlu di-load secara otomatis saat windows booting. Kemudian klik OK


  5. Selanjutnya klik Restart dan coba rasakan perubahan waktu booting yang sekarang.  
Demikianlah cara mempercepat waktu booting windows 7 dengan melakukan tweak terhadap file msconfig.exe. Cara ini merupakan salah satu tips dari 10 Cara Mempercepat Windows 7.
Semoga Bermanfaat..
sumber : catatanteknisi.com

Penelusuran